featured Marrakech

Shopping di Pasar Jemaa el-Fna Bersama Nugie di Marrakech

06.47Zuwaina Tour

Usai konser di acara COP 22 di Pavilion Indonesia, Marrakech yang digelar mulai dari tanggal 7- 18 November 2016. Kami bersama crew Nugie menikmati makan siang di salah satu restaurant yang terdapat di area COP 22 Marrakech. Malamnya kamai menuju pasar Jemaa El Fnaa. 


Jika Anda berkesempatan berkunjung ke Marrakech, jangan lupa mengunjungi pasar Jemaa El-Fna. Di sini Anda bisa membeli hampir semua hal, mulai rempah-rempah, sandal, sepatu kulit khas Maroko, hingga baju kaftan dan jallaba (pakaian khas Maroko dengan kain sambungan penutup kepala).



Kota yang dikenal dengan julukan Mutiara dari Selatan ini adalah kawasan di barat daya Maroko di kaki Pegunungan Atlas. Marrakesh dulu merupakan pusat perdagangan Maroko, yang menjadi pusat perhentian karavan-karavan pedagang dari penjuru Afrika. Pasar Jemaa El-Fna adalah tempat wajib yang mesti Anda kunjungi apabila ke sana. 

Pasar ini sangat besar dan memiliki banyak gang kecil, menjadikannya seperti labirin dengan jejeran karpet, selendang, dan pakaian khas Maroko. Di pasar ini, wisatawan sering mencari selimut pernikahan khas Maroko. Selimut ini berwarna putih dengan rumbai-rumbai dan manik-manik, yang dipercaya dapat menolak setan. Selimut ini kerap menjadi incaran desainer kelas tinggi. Memasuki waktu malam, kawasan Old City di Marrakesh menyulap diri. 

Kios-kios dibuka, kursi dan bangku panjang berderet di jalanan. Wangi daging menyeruak di udara. Inilah pasar malam yang paling menghipnotis di Maroko. Saat matahari pulang dan berganti malam, kawasan Old City berbenah. Warga lokal membuka kios makanan dan minuman. Para peramal, seniman jalanan, dan tukang tato buka lapak. Sayup-sayup, wangi rempah dan domba bakar menyeruak di udara. 

Pasar malam inilah salah satu alasan wisatawan ingin berkunjung ke Kota Marrakesh, Maroko. Jemaa El-Fna seperti punya sihir, menghipnotis wisatawan sampai lupa diri. Semakin malam, suara tabuhan alat musik gnawa semakin terdengar. Warga dan wisatawan semakin lapar. 

Bau makanan menyeruak ke udara. Ada siput dengan bumbu pedas, domba yang dipanggang bersama rempah, juga ayam panggang yang disajikan dengan semangkuk sup hangat. Sosis pedas dan ikan bakar rempah disajikan dalam semangkuk buncis panggang. Semuanya segar. Anda akan mendapatkan makanan ini hangat seutuhnya. 

Jika Anda ke sini, tak perlu khawatir jika tidak fasih berbahasa Arab. Tiap kios punya daftar menu. Anda tinggal menunjuknya, duduk di bangku terdekat, kemudian menunggu dipanggil oleh penjualnya. Harga tiap makanan pun tergolong murah. Tak heran, Jemaa El-Fna menjadi salah satu pasar malam terfavorit di dunia. Dalam semalam, Jemaa El-Fna mampu menyihir wisatawan. 

Betapa tidak, para peramal dan pendongeng berderet di pinggir jalan. Seniman menyanyi dan main alat musik, sementara penari meliuk di tengah kerumunan. Para pendongeng pun siap menceritakan tentang pahlawan-pahlawan Islam. Ketika larut malam, seniman jalanan yang akan menghibur wisatawan adalah para penari waria. 

Mereka mengenakan pakaian wanita khas Maroko dan meliuk dengan lincahnya. Cadar menutupi muka mereka, tapi dijamin, Anda akan kelimpungan mencari perbedaan para waria ini dengan wanita asli.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Flickr Images

Formulir Kontak